.jpg)
Warga Desa Pasartanahtinggi kembali melaporkan suara-suara aneh dari arah Hutan Terlarang pada Kamis malam. Suara tersebut terdengar berulang kali dari dalam rimba, memicu kekhawatiran di tengah meningkatnya aktivitas di kawasan hutan dalam beberapa pekan terakhir.
Menurut warga yang bermukim dekat perbatasan hutan, suara itu terdengar seperti campuran antara raungan hewan besar, benturan keras, dan suara ranting patah yang terjadi hampir bersamaan.
“Bukan satu suara saja, tapi seperti banyak suara dari dalam hutan,” ujar Wati (44), warga setempat.
Tim relawan yang sedang melakukan patroli malam di jalur Sungai Hitam juga mengaku mendengar suara serupa, namun tidak dapat memastikan sumbernya karena kabut tebal dan jarak pandang yang sangat terbatas.
Kepala Desa Pasartanahtinggi, Rahmat Hidayat, meminta warga untuk tidak keluar rumah pada malam hari dan menghindari area hutan sampai kondisi benar-benar aman.
“Kami sudah menempatkan tim di beberapa titik untuk memantau situasi. Warga diminta tetap tenang,” katanya.
Suara aneh ini muncul tidak lama setelah berbagai kejadian lain di kawasan Hutan Terlarang, seperti penemuan jejak harimau di desa terpencil, jerat mematikan di belantara, serta laporan mata hijau misterius di balik kabut.
Pemburu senior Mahesa (47) menilai suara tersebut kemungkinan berkaitan dengan pergerakan hewan besar yang mulai aktif pada malam hari, terutama di musim hujan ketika hutan menjadi lebih sulit diprediksi.
Sementara itu, sebagian warga percaya suara itu bukan sekadar suara hewan, melainkan tanda adanya sesuatu yang “menguasai” bagian terdalam rimba.
Hingga berita ini diturunkan, patroli gabungan masih berlangsung di sekitar perbatasan Hutan Terlarang untuk memastikan tidak ada ancaman langsung terhadap permukiman warga.